NAMA : ARINI
NPM : 12109726
KELAS : 4KA12
DISKUSI
BERIKUT PENJELASANNYA
1. Pabrik gula
2. Pabrik terigu
3. Pabrik mentega
4. Pabrik garam
5. Pabrik kaleng
6. Distributor telor
7. Distributor Makanan
8. Supermarket /Agen
Do what you love, and love what you do :)
NAMA : ARINI
NPM : 12109726
KELAS : 4KA12
DISKUSI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era yang semakin canggih saat ini, semuaorang pasti membutuhkan hal-hal yang simple dan efisien untuk membantu menyelesaikan tugasnya. Apalagi zaman sekarang yang pertumbuhan penduduknya sangat pesat, harus pula diiringi dengan majunya ekonomi serta kemajuan teknologi yang dapat mempermudah dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Seperti halnya penggunaan handphone saat ini sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Karena kecanggihan yang ada saat ini lah yang membuat banyak orang sangat bergantung pada handphone untuk berkomunikasi, mencari hiburan, mencari informasi bahkan melakukan pekerjaan seperti yang dimiliki oleh PC. Untuk melakukan segala sesuatunya dengan cepat dan tepat, tentunya juga harus memperhitungkan soal waktu dan biaya. Apalagi para pengguna transportasi masal seperti KRL. Banyak sekali para pengguna KRL khususnya dari Jakarta-Bogor atau sebaliknya yang menggunakan jasa transportasi ini untuk pergi bekerja, sekolah, dll. Tetapi dengan banyaknya para pengguna jasa ini tidak diiringi pula dengan peningkatan kwalitas jasa dari PT.KAI Commuter Jabodetabek sendiri. Yaitu di karenakan sering sekalinya terjadi gangguan teknis yang dapat menyebabkan keterlambatan jadwal kereta. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, penulis ingin menulis tentang pembuatan Aplikasi Mobile Jadwal KRL Jakarta-Bogor dan sebaliknya dengan menggunakan Java 2 Micro Edition (J2ME) yang berbasis Java. Karena software ini bersifat open source dan multiplatform sehingga mudah dalam mendapatkannya. Serta dapat di jalankan di berbagai platform yang ada pada handphone saat ini. 1.2 Batasan Masalah Aplikasi ini hanya di khususkan untuk jadwal KRL Commuter Line dan Ekonomi dari Jakarta-Bogor-Jakarta pada saat penulisan berlangsung saja (April 2012). Disini penulis menggunakan Java 2 ME Platform SDK 3.0.5 dan NetBeans IDE 7.1.1. Untuk menjalankan aplikasi J2ME ini, tentunya harus mengetahui apakah tersebut memiliki Java MIDP 1.0, MIDP 2.0 atau MIDP 2.1. 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan Penulisan Ilmiah ini adalah untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat mempermudah para pengguna jasa KRL khususnya di wilayah Bogor dan Jakarta. Tentunya dengan aplikasi handphone ini dapat mengetahui jadwal kereta sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. 1.4 Metode Penulisan Metode penulisan yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini, penulis menggunakan beberapa metode, seperti: Studi Kepustakaan dan Studi Lapangan Yaitu dengan cara mencari data-data yang dibutuhkan dalam mempelajari pembuatan aplikasi ini, yakni melalui internet, ebook, tutorial, dan jurnal yang berhubungan dengan Java 2 Micro Edititon, NetBeans, Oracle Database. Dan penulis juga mencari informasi jadwal keberangkatan KRL yang akan penulis buat melalui situs resminya PT.KAI Commuter Jabodetabek. Sedangkan studi lapangan yaitu mencari info melalui situs resminya, penulis juga melakukan pengamatan langsung di stasiun Tebet, UI dan Pondok Cina. Tahapan Pembuatan Aplikasi Dalam mengerjakan aplikasi pada penulisan ini, penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut : a. Menentukan konsep permasalahan yang akan dibahas pada penulisan kali ini. Yaitu dengan cara mengetahui masalah yang terjadi di sekeliling saat ini. b. Mendesign bentuk aplikasi, dimulai dengan menyusun seluruh materi-materi yang bersangkutan. Lalu merancang interface aplikasinya yang menarik dan memudahkan user dalam penggunaannya. c. Menginput kodingan program Java yang dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi ini agar sesuai dengan rancangan yang diinginkan. d. Implementasi, yaitu melakukan uji coba untuk mengetahui apakah program berjalan sesuai keiinginan atau tidak. Tentu awalnya di tes menggunakan emulator J2ME itu sendiri, lalu jika berhasil akan di tes pada handphone. 1.5 Sistematika Penulisan Penulisan ini dibagi ke dalam empat bab. Secara garis besar dari pembahasan pembuatan aplikasi tersebut dijelaskan dalam bab-bab sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan Bab ini berisi tentang Latar Belakang Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. Bab II : Landasan Teori Bab ini berisi tentang sejarah KRL, pengenalan secara teori aplikasi mobile yang menggunakan Java 2 Micro Edition dan software-software yang berkaitan dengan pembuatan penulisan tentang aplikasi ini. Bab III : Pembahasan Bab ini berisi tentang penjelasan tahap-tahap pembuatan aplikasi hingga pengaplikasiannya pada handphone. Bab IV : Penutup Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang diperoleh dari penulisan ini sebagai bahan evaluasi agar dapat di kembangkan dan menjadi lebih baik nantinya.
Pengertian Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sehagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau scorang cendekiawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hal yang sangat penting.
Fungsi Daftar Pustaka
Untuk mendeskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan, karena itu fungsi catatan kaki dan daftar pustaka seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain.
Selain itu berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Pada daftar pustaka dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.
Unsur-unsur dalam daftar pustaka
Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
- Judul buku, termasuk judul tambahan
- Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
- Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.
Bentuk daftar pustaka
Daftar isi disusun menurut urutan alfabetis dan nama pengarangnya. Untuk maksud tersebut nama-nama pengarang harus dibalikkan susunannya: nama keluarga, nama kecil, lalu gelar-gelar kalau ada. Jarak antara baris dengan baris adalab spasi rapat.
Jarak antara pokok dengan pokok adalah spasi ganda. Tiap pokok disusun sejajar secara vertikal. dimulai dan pinggir margin kiri, sedangkan baris kedua, ketiga, dan seterusnya dan tiap pokok dimasukkan ke dalam tiga ketikan (bagi karya yang mempergunakan lima ketikan ke dalam untuk alinea baru) atau empat ketikan (bagi karya yang mempergunakan 7 ketikan ke dalam untuk alinea baru).
Pengertian Abstraksi
Kata ini berasal dari bahasa Latin abstractio (dari abstrabere = .. menarik dari"). Kata abstractio dapat disejajarkan dengan kata Yunani aphairesis. Secara harfiah abstraksi berarti memisahkan suatu bagian dari suatu keseluruhan.
Pengertian Umum
Abstraksi merupakan sebuah proses yang ditempuh pikiran untuk sampai pada konsep yang bersifat universal. Proses ini berangkat dari pengetahuan mengenai obyek individual yang bersifat spasiotemporal (ruang dan waktu). Pikiran melepaskan sifat individual dari obyek dan membentuk konsep universal.
Beberapa Pengertian Khusus,
1. Sesuatu yang dilihat tidak mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus. Abstraksi menyajikan secara simbolis atau secara konseptual serta secara imajinatif sesuatu yang tidak dialami secara langsung atau konkret.
2. Hasil akhir dari proses abstraksi. Dengan proses itu kualitas, atau relasi atau ciri dari suatu keseluruhan dipisahkan sebagai ide dari keseluruhan itu.
3. Dalam logika tradisional: proses menghasilkan konsep universal dari obyek partikular. Misalnya konsep "manusia" diangkat dari pria dan wanita yang merupakan obyek partikular.
4. Aspek atau bentuk kognisi yang secara mental menyendirikan ciri-ciri obyek itu dari yang lain. Baik proses maupun hasil dari penyendirian tersebut disebut abstraksi.
Pandangan Beberapa Filsuf
1. Dalam filsatat Aristotelian dan Skolastik abstraksi adalah proses yang memungkinkan ide-ide universal dijadikan milik pikiran. Pikiran menerima sebuah data inderawi atau fantasma dan menarik keluar bentuknya (forma) yang, dengan demikian, menyediakan sesuatu yang universal bagi penggunaan intelektual. Aristoteles mengolah pengertian abstraksi dalam filsafat, kemudian pengertian itu diolah lagi oleh Boethius menjadi tiga macam abstraksi yang diterima oleh para pemikir Abad Pertengahan. Tiga abstraksi itu ialah a) abstraksi fisik, yakni melepaskan ciri individual, tetapi bukan dari kemungkinan dapat diinderai; b) abstraksi matematik, yakni abstraksi yang melepaskan sifat dapat diinderai dari obyek, tetapi tidak melepaskan segi kerentangan (ekstensi yang dapat diukur); c) abstraksi metafisik, yakni abstraksi yang melepaskan semuanya termasuk unsur kerentangan untuk sampai kepada yang-ada sebagai yang-ada.
2. Bagi Locke, seorang empiris, abstraksi terjadi dengan menarik keluar apa yang umum bagi sekelompok hal individual, atas dasar perbandingan antara kesamaan dan perbedaan.
3. Dalam logika dan matematika kontemporer, abstraksi merupakan nama untuk operasi variabel yang menghasilkan sebuah fungsi.
Jenis Abstraksi
Secara klasik dibedakan dua jenis abtraksi.
1. Abstraksi total. Ini merupakan abstraksi yang universal dari yang partikular. Misalnya, abstraksi konsep universal "manusia" dari manusia khusus. Disebut total karena hasilnya selalu merupakan suatu keseluruhan, yakni suatu gabungan atau campuran yang terjadi karena suatu subyek dan suatu "bentuk". Misalnya, manusia adalah suatu subyek yang mempunyai kodrat manusiawi.
2. Abstraksi formal. Ini merupakan abstraksi "bentuk" dari subyek. Misalnya, abstraksi "kemanusiaan" dari manusia-manusia konkret atau gerak dari benda-benda yang bergerak.
Nama Kelompok :
Arini (12109726)
Endang.P (13109443)
Putri.M (11109417)
Kelas : 3 KA 12
Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan penalaran deduktif. Perbedaan dasar diantara keduanya dapat disimpulkan dari dinamika deduktif dengan progesi secara logis dari bukti-bukti umum kepada kebenaran atau kesimpulan yang khusus sementara dengan induktif, dinamika logisnya justru sebaliknya dari bukti – bukti khusus kepada kebenaran atau kesimpulan yang umum. Perbedaan antara keduanya, dapat digambarkan sebagai berikut.
Penalaran induktif
Merupakan proses berpikir yang bertolak dari satu atau sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi) atau dapat diartikan juga sebagai penarikan kesimpulan berupa prinsip atau bersikap umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus. Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum.
Contoh :
Buku Manajemen dipublikasikan dalam edisi pertamanya pada tahun 1978. Sejak saat itu, buku ini menerima kehormatan sebagai buku yang saling dipakai dan selalu menjadi buku paling laris di bidang prinsip-prinsip manajemen. Buku ini berhasil bukan hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di seluruh dunia, dalam edisi bahasa Inggris disamping dalam edisi penerjemahan bahasa Portugis, Spanyol, Polandia, Indonesia, dan Malaysia. (Sumber : Manajemen Pengantar hal XV)
Ciri - ciri paragraf Induktif yaitu :
· Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus.
· Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus.
· Kesimpulan terdapat di akhir paragraf.
· Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas.
· Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf.
· Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama.
· Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus.
· Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan utama.
Jenis – jenis penalaran induktif yaitu :
1. Generalisasi yaitu proses penalaran dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.
Contoh :
Hasil UTS mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 3EB15 telah keluar. Ternyata dari 40 mahasiswa hanya 10 orang yang mendapat nilai 90. Setengahnya mendapat nilai antara 80 – 65 dan tidak ada seorang pun yang mendapat nilai di bawah 65. Itu berarti dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kelas 3EB15 cukup pintar dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia.
Macam – macam generalisasi :
a. Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk
b. Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui pengujian yang benar.
2. Analogi yaitu cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang memilki sifat yang sama.
Contoh :
Andi adalah seorang altlet lari kebanggaan Indonesia. Setiap hari dia selalu berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan berlarinya. Demikian juga dengan Aldo, dia merupakan seorang polisi yang memerlukan fisik yang kuat untuk menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Keduanya membutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk bertanding atau mambantu masyarakat melawan kejahatan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan polisi harus memilki mental dan fisik yang kuat dengan cara selalu berlatih.
3. Hubungan kausal yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala – gejala yang saling berhubungan.
Contoh :
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan emas memuai
Macam – macam hubungan kausal :
a. Sebab – akibat
Contoh :
Sejumlah pengusaha angkutan di Bantul terpaksa gulung tikar karena pendapatan yang mereka peroleh tidak bisa menutup biaya operasional. Minimnya pendapatan karena sebagian besar penumpang membayar ongkos dibawah ketentuan tarif yang sudah ditetapkan, akibat ketidakmampuan ekonomi. (Sumber : Kompas, 10 Mei 2008)
b. Akibat –sebab
Contoh :
Andi mendapat nilai yang memuaskan pada ujian semester kenaikan kelas. Dia mendapat rangking pertama di kelasnya. Hasil yang diperoleh Andi ini dia dapatkan karena belajar yang sangat tekun setiap harinya.
c. Akibat – akibat
Contoh :
Kemarin Lusi mengalami kecelakaan akibat menabrak pembatas jalan. Akibat dari kecelakaan tersebut dia mengalami patah kaki dan harus dirawat di rumah sakit.
Nama Kelompok :
Arini (12109726)
Endang.P (13109443)
Putri.M (11109417)
Kelas : 3 KA 12
Karya : ARINI
Aku, kamu dan Tuhan
Aku bagaikan software dan kau bagaikan hardware
Kita tercipta oleh Tuhan yg bagaikan brainware
Software dan hardware tidak akan ada jika tidak ada brainware
Begitu juga aku dan kamu
Tuhan lah yg mengatur dan mempertemukan kita
Sehingga kita saling terikat dan saling membutuhkan
Software tidak akan bisa digunakan jika tidak ada hardware sebagai pelengkapnya
Sama seperti hidupku yg tidak akan lengkap tanpa dirimu
Dan aku yakin kau juga tidak akan ada artinya tanpa diriku
Kamulah programku
Program yg pada awalnya tidak pernah ku mengerti
Yg memiliki koding begitu rumit hingga sulit ku pahami
Begitu juga dirimu yg hingga kini sulit ku mengeti
Beribu cara sudah ku lakukan untuk memahami dirimu
Namun selalu saja ada kesalahan yg harus kuperbaiki
Kamu adalah program yg harus aku pelajari dan pahami
Hingga aku dapat berhasil menjalan semua ini
Tanpa tau seperti apa perjuanganku untuk mengetahui dimana letak kesalahanku
Kamulah programku yg akan selalu menemani duniaku